“Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda  




Rabu 17 Oktober 2018

12:51 WIB

 “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda
@prfmnews

 “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda
PRFMNewsChannel

 “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda

“Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda
Minggu 14 Januari 2018, 14:48 WIB

 “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda
 “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda




 “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : Rizky Perdana - PRFM

BANDUNG, (PRFM) - Sakola Ra"jat Iboe Inggit kembali menggelar sebuah kegiatan yang kali ini diberi nama “Bandung Parahu Kolotok Festival”. Adapun tujuannya yaitu untuk mengingat jasa-jasa dan mengenalkan kembali sosok serta peranan Ir. H. Djuanda Kartawidjaja kepada masyarakat luas. 


Puncak kegiatan Bandung Parahu Kolotok Festival ini dilaksanakan bertepatan dengan Peringatan Hari Lahir lr. H. Djuanda Kartawidjaja yang ke-107 tahun yang jatuh pada 14 Januari 2018. Acara ini digelar di aliran sungai Cikakak Jalan Lio Genteng RW 05 Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung. 


Sebuah permainan anak tempo dulu yaitu perahu klotok menjadi sumber inspirasi pada kegiatan Bandung Parahu Kolotok Festival ini. Permainan ini berbahan aluminium/seng, bentuknya menyerupai sebuah kapal perang angkatan laut dengan bendera merah putih dibelakangnya. Perahu klotok menjadi sebuah media/alat untuk mengenalkan kembali sosok dan peran Djuanda yang telah menjadikan Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia kepada generasi muda khususnya anak-anak. 


Permainan perahu klotok dipilih oleh Panitia Penyelenggara Bandung Parahu Kolotok Festival sebagai simbol bahwa wilayah laut Indonesia yang luas ini harus dijaga keutuhannya serta dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat, sesuai amanat Deklarasi Djuanda. Uniknya, setiap peserta membuat perahu sendiri dengan menggunakan kreativitas dan imajinasinya. Kegiatan Bandung Parahu Kolotok Festival ini diharapkan dapat berdampak semangat Ir.H. Djuanda untuk dapat terus hidup dikalangan generasi muda. 


Ir. H. Djuanda lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat pada 14 Januari 191 1 dari pasangan Rd. Kartawidjaja dan Nyi Manat. Semasa hidupnya, Djuanda dikenal sebagai tokoh yang aktif di dalam pemerintahan. Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, sejak tahun 1946 hingga 1963, beliau selalu dipercaya untuk memegang berbagai jabatan, mulai dari Menteri, hingga Perdana Menteri. Tak heran apabila beliau mendapat julukan sebagai "Menteri Marathon".


Sumbangan terbesar Ir. H. Djuanda bagi Indonesia adalah mendorong lahirnya sebuah deklarasi pada tanggal 13 Desember 1957. Ia mengukuhkan Indonesia sebagai negara kepulauan. Pada saat itu Ir. H. Djuanda selaku Perdana Menteri Rl mengumumkan sebuah deklarasi yang menyatakan bahwa "Segala perairan di sekitar, diantara dan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk daratan Negara Republik Indonesia tanpa memandang luas atau lebarnya adalah bagian-bagian yang wajar dari wilayah daratan Negara Republik Indonesia dan dengan demikian merupakan bagian dari perairan nasional yang berada di bawah kedaulatan mutlak Negara Republik Indonesia”. 


Pengumuman ini selanjutnya dikenal dengan istilah Deklarasi Djuanda. Deklarasi ini menjadi karyanya yang paling strategiskarena mentahbiskan Republik Indonesia sebagai negara kepulauan sekaligus menjadi negara maritim terbesar di dunia dengan luas wilayah laut 4.8 juta kilometer persegi dengan lebih dari 17.500 pulau yang dikelilingi garis pantai sepanjang 81.000 kilometer. Ini menjadi sangat spesial karena menjadikan Indonesia sebagai negara dengan garis pantai terpanjang kedua setelah Kanada. 


Sosok Djuanda mampu mengimplementasikan apa yang dicita-citakan bangsa Indonesia yaitu satu Negara yang berdaulat utuh. Deklarasi Djuanda adalah jawaban dari sebuah kesadaran kewilayahan Negara Kesatuan Republik lndonesia. Sang Negarawan, Administrator dan Teknokrat Utama ini meninggal dunia di usianya yang ke 52 pada 7 November 1963 akibat serangan jantung dan dimakamkan di Taman Makarti Pahlawan Kalibata Jakarta. Beliau selanjutnya dianugerahi gelar “Tokoh Nasional/Pahlawan Kemerdekaan Nasional” oleh pemerintah RI pada tahun 1963. Oleh karena itu, menjadi kewajiban generasi muda Indonesia khususnya generasi muda Jawa Barat masa kini untuk tidak melupakan jasa jasa dan perjuangan lr. H. Djuanda Kartawidjaja. 




 “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda

 “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda

 

BERITA TERKAIT


 “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda
 

BERITA PILIHAN


 “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda

 

BERITA LAINNYA

 “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda

Oded Minta Setiap Kelurahan Miliki KBS
Rabu 17 Oktober 2018


Jelang Musim Hujan, Dona Safitri dan Jurig Cai Berkolaborasi
Rabu 17 Oktober 2018  “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda Ini Tanggapan Dewan Soal Pembangunan Kolam Retensi
Selasa 16 Oktober 2018  “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda Atasi Banjir, Pemkot Bandung Bangun Dua Kolam Retensi
Selasa 16 Oktober 2018  “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda Sebuah Rumah di Jalan Elang Hangus Terbakar
Selasa 16 Oktober 2018  “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda Bupati Bandung Resmikan Jalan Cijagra-Bojongsari-Rancaoray
Selasa 16 Oktober 2018  “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda Bupati Bekasi Jadi Tersangka KPK, Ini Tanggapan Wagub Jabar
Selasa 16 Oktober 2018  “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda

 “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda

 

 

BERITA TERKAIT

 “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda  “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda

“Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda
Minggu 14 Januari 2018, 14:48 WIB

 “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda
 “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda


 “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : Rizky Perdana - PRFM


BANDUNG, (PRFM) - Sakola Ra"jat Iboe Inggit kembali menggelar sebuah kegiatan yang kali ini diberi nama “Bandung Parahu Kolotok Festival”. Adapun tujuannya yaitu untuk mengingat jasa-jasa dan mengenalkan kembali sosok serta peranan Ir. H. Djuanda Kartawidjaja kepada masyarakat luas. 


Puncak kegiatan Bandung Parahu Kolotok Festival ini dilaksanakan bertepatan dengan Peringatan Hari Lahir lr. H. Djuanda Kartawidjaja yang ke-107 tahun yang jatuh pada 14 Januari 2018. Acara ini digelar di aliran sungai Cikakak Jalan Lio Genteng RW 05 Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung. 


Sebuah permainan anak tempo dulu yaitu perahu klotok menjadi sumber inspirasi pada kegiatan Bandung Parahu Kolotok Festival ini. Permainan ini berbahan aluminium/seng, bentuknya menyerupai sebuah kapal perang angkatan laut dengan bendera merah putih dibelakangnya. Perahu klotok menjadi sebuah media/alat untuk mengenalkan kembali sosok dan peran Djuanda yang telah menjadikan Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia kepada generasi muda khususnya anak-anak. 


Permainan perahu klotok dipilih oleh Panitia Penyelenggara Bandung Parahu Kolotok Festival sebagai simbol bahwa wilayah laut Indonesia yang luas ini harus dijaga keutuhannya serta dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat, sesuai amanat Deklarasi Djuanda. Uniknya, setiap peserta membuat perahu sendiri dengan menggunakan kreativitas dan imajinasinya. Kegiatan Bandung Parahu Kolotok Festival ini diharapkan dapat berdampak semangat Ir.H. Djuanda untuk dapat terus hidup dikalangan generasi muda. 


Ir. H. Djuanda lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat pada 14 Januari 191 1 dari pasangan Rd. Kartawidjaja dan Nyi Manat. Semasa hidupnya, Djuanda dikenal sebagai tokoh yang aktif di dalam pemerintahan. Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, sejak tahun 1946 hingga 1963, beliau selalu dipercaya untuk memegang berbagai jabatan, mulai dari Menteri, hingga Perdana Menteri. Tak heran apabila beliau mendapat julukan sebagai "Menteri Marathon".


Sumbangan terbesar Ir. H. Djuanda bagi Indonesia adalah mendorong lahirnya sebuah deklarasi pada tanggal 13 Desember 1957. Ia mengukuhkan Indonesia sebagai negara kepulauan. Pada saat itu Ir. H. Djuanda selaku Perdana Menteri Rl mengumumkan sebuah deklarasi yang menyatakan bahwa "Segala perairan di sekitar, diantara dan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk daratan Negara Republik Indonesia tanpa memandang luas atau lebarnya adalah bagian-bagian yang wajar dari wilayah daratan Negara Republik Indonesia dan dengan demikian merupakan bagian dari perairan nasional yang berada di bawah kedaulatan mutlak Negara Republik Indonesia”. 


Pengumuman ini selanjutnya dikenal dengan istilah Deklarasi Djuanda. Deklarasi ini menjadi karyanya yang paling strategiskarena mentahbiskan Republik Indonesia sebagai negara kepulauan sekaligus menjadi negara maritim terbesar di dunia dengan luas wilayah laut 4.8 juta kilometer persegi dengan lebih dari 17.500 pulau yang dikelilingi garis pantai sepanjang 81.000 kilometer. Ini menjadi sangat spesial karena menjadikan Indonesia sebagai negara dengan garis pantai terpanjang kedua setelah Kanada. 


Sosok Djuanda mampu mengimplementasikan apa yang dicita-citakan bangsa Indonesia yaitu satu Negara yang berdaulat utuh. Deklarasi Djuanda adalah jawaban dari sebuah kesadaran kewilayahan Negara Kesatuan Republik lndonesia. Sang Negarawan, Administrator dan Teknokrat Utama ini meninggal dunia di usianya yang ke 52 pada 7 November 1963 akibat serangan jantung dan dimakamkan di Taman Makarti Pahlawan Kalibata Jakarta. Beliau selanjutnya dianugerahi gelar “Tokoh Nasional/Pahlawan Kemerdekaan Nasional” oleh pemerintah RI pada tahun 1963. Oleh karena itu, menjadi kewajiban generasi muda Indonesia khususnya generasi muda Jawa Barat masa kini untuk tidak melupakan jasa jasa dan perjuangan lr. H. Djuanda Kartawidjaja. 




 

BERITA LAINNYA



 “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda

Oded Minta Setiap Kelurahan Miliki KBS
Rabu 17 Oktober 2018
Kota Bandung


 “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda

Ini Tanggapan Dewan Soal Pembangunan Kolam Retensi
Selasa 16 Oktober 2018
Kota Bandung


 “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda

Atasi Banjir, Pemkot Bandung Bangun Dua Kolam Retensi
Selasa 16 Oktober 2018
Kota Bandung


 “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda

Sebuah Rumah di Jalan Elang Hangus Terbakar
Selasa 16 Oktober 2018
Kota Bandung


 “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda

Bupati Bandung Resmikan Jalan Cijagra-Bojongsari-Rancaoray
Selasa 16 Oktober 2018
Kabupaten Bandung


 “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda

 “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda

 

 “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

 “Bandung Parahu Kolotok Festival” Meriahkan Peringatan Hari lahir Ir.H.Djuanda