Pembunuhan Sadis Fransisca Yovi Di Jalan Cipedes

Tanggal Berita 2013/08/07 11:13:44 | Penulis :


BANDUNG, (PRFM)--- Peristiwa pembunuhan sadis yang terjadi Senin (05/8) sore pukul 18.30 diduga disebabkan oleh dendam pribadi. Perempuan malang itu ditemukan di Setraindah Utara 2 no 11 Sukajadi Bandung pukul 18.30 dengan kondisi luka parah dan lemah  tak berdaya. Korban ditemukan oleh dua orang saksi dalam kondisi terkelungkup di jalan dan diduga telah diperlakukan kasar oleh pelaku dengan menyeret korban dari depan kos-kosan sampai ditemukan di tempat kejadian perkara. Menurut Kombes Polisi Sutarno Rabu (07/8) korban bernama Fransisca Yovi berumur 34 tahun, dengan agama Kristen yang beralamat ditempat kos,
Setraindah Utara 2 no 11. Setelah kejadian tersebut terlihat oleh orang yang melewati jalan Cipedes (tempat kejadian perkara), orang tersebut langsung melaporkan kejadian itu ke polsek terdekat dan segera ditangani.

"Ada saksi yang melapor ke polsek dan polsek langsung ke TKP berusaha menolong korban dengan membawa ke rumah sakit terdekat. Tetapi, setelah tiba di rumah sakit ternyata korban sudah meninggal dunia", ujar Kombes Polisi Sutarno kepada tim redaksi PRFM.

Pihak kepolisian telah mengumpulkan berbagai macam bukti dan keterangan dari para saksi. Mereka memeriksa delapan orang baik  dari pihak saksi maupun keluarga. Setelah melakukan pemeriksaan, diduga motif dari pembunuhan ini karena unsur benci atau dendam. Di sekitar kejadian pun ditemukan barang bukti baru yaitu berupa telepon genggam (hp) meskipun dalam keadaan rusak. Akan tetapi, pihak kepolisian sedang mencoba memperbaikinya agar bisa dilihat data-data dari hp tersebut barangkali ada bukti yang lainnya.

"Kalau kita melihat dari keterangan saksi yang melihat bahwa korban itu diseret dari depan kosan samapai tempat kejadian, motif pembunuhan ini sepertinya karena unsur benci atau dendam. Kita masih mendalami semuanya sampai pada akhirnya kita bisa mengambil kesimpulan. Anggota kami menemukan hp yang rusak karena terjatuh dan kami sedang mencoba untuk mmeperbaikinya sehingga kemungkinan bisa ada bukti dari situ", pungkasnya.

Di sekitar lokasi kejadian kebetulan dekat dengan hotel yang memiliki cctv, jaraknya pun kurang lebih 100 m. Rekaman CCTV tersebut sudah dilihat oleh pihak kepolisian dan berisi rekaman mobil korban yang datang mengarah ke arah hotel. Karena pintu gerbang  masih ditutup, ia keluar untuk membuka pintu itu namun, pelaku langsung menyeretnya.

"Yang terlihat dari CCTV itu yang bersangkutan mau masuk rumah tapi keluar dulu karena gerbang masih tertutup kemudian terlihat  ada yang membuntuti dua orang menggunakan motor. Jenis motornya motor perempuan/ bebek. Sepanjang jalan yang dilewati'dikelilingi  dengan cctv yang dimiliki oleh warga dan semuanya sedang dipelajari", ungkapnya.

Untuk menjaga keamanan Kota Bandung yang sering sekali terjadi kejahatan, pihak kepolisian menghimbau agar masyarakat bisa  meningkatkan kewaspadaan mengamankan lingkungan bersama-sama dengan pihak kepolisian. Dalam hal ini kepolisian mengantisipasinya
dengan menggelar pengamanan lebaran hingga 16 hari serta menjaga lingkungan rumah yang ditinggal penghuni. Selain itu, ia juga menuturkan bagi siapa saja yang mengetahui kejadian pembunuhan ini, diharapkan segera melapor ke polsek agar perkara tersebut bisa terselesaikan. SR


On Air 107.5 FM Bandung